CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Yang_Dipertuan_Gadih_Pagaruyuang_(1)
Langkan

Yang Dipertuan Gadih Pagaruyuang (1)

Penulis : Puti Reno Raudha Thaib - Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar   

Gelar Yang Dipertuan Gadih (Tuwan Gadih) adalah gelar yang diberikan kepada perempuan keturunan Raja Pagaruyung dalam garis matrilineal. Dalam adagium adat pewarisan Raja Pagaruyuang, Adat rajo turun tamurun, adat puti sunduik basunduik. 

Yang dapat dilihat dan disimak di dalam silsilah keturunan dan ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyuang dan Tambo Pagaruyung. Sebenarnya saya agak berpikir panjang untuk menurunkannya di dalam rubrik langkan ini, tapi pada sisi lain saya ingin memberikan referensi tentang ranji/silsilah suatu kaum, bahwa yang memahami silsilah/ranji lebih dalam tentulah kaum itu sendiri. 

Sementara kini banyak orang yang mencoba meutak atik ranji/silsilah orang lain untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Dan yang paling menyedihkan untuk kepentingan tertentu memanipulasi ranji/silsilah kaumnya sendiri. Mendustai nenek moyangnya serta mendustai sejarah. Bahkan ada yang menghina keturunan suatu kaum dengan begitu mudahnya dan gampangnya mengucapkan penghinaan tersebut, bahkan disebarkan kemana-mana kalau dia diundang bicara. 

Pertanyaannya apakah dia dapat menerima bila orang meragukan ayah atau ibunya apalagi keturunannya. Ranji dan silsilah adalah sejarah tentang keberadaan dan kehadiran sebuah keluarga, sebuah kaum. 

Musium Adityawarman mengadakan pameran kerajaan-kerajaan yang ada di Sumatera Barat selama satu tahun di mulai pada tanggal 9 Agustus 2016. Pameran itu akan dihadiri oleh sekolah-sekolah kalau saya tak salah setiap hari 4 sekolah yang sengaja diundang untuk menyaksikannya. 

Hal ini sangat baik untuk menambah wawasan generasi muda kita tentang sejarah negerinya. Di samping itu silsilah keturunan dan ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyuang, juga diminta oleh Musium Adityawarman untuk ikut dipamerkan.

Berdasarkan itulah saya menurunkan tulisan ini untuk memberikan pemahaman tentang silsilah kaum saya. Dan pengertian tentang posisi perempuan sebagai seorang yang menyandang gelar Yang Dipertuan Gadih Pagaruyuang yang menjadi Mandeh Soko di dalam kaumnya.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan pencerahan kepada kita untuk melihat bagaimana rentetan garis keturunan dan garis ahli waris menurut acuan adat. Adat rajo turun tamurun, adat puti sunduik basunduik. (*)

 

Kampus

Mahasiswa KKN Belajar Bercocok Tanam

Penulis : Wawasan Proklamator

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) memberikan kesempatan k

Anggun

Tampil Gaya dengan Berhijab

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Menggunakan hijab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Namun banyak bagi wanita muslim, rag

Remaja

Tersenyumlah Barang Seulas

Penulis : Rian Raditya

Tersenyumlah Barang Seulas

sebab dalam kemurunganmu
kutemu semacam

Remaja

Barisan Pelanjut Perjuangan

Penulis : Benny Dzarr Al Ghifari

Mereka yang terpanggil jiwa nasionalismenya
Mereka yang datang karena bentuk cinta dan bakt

Kampus

Melihat Terobosan Mahasiswa KKN di Nagari Mungo, Limapuluh Kota

Penulis : Ikhwan

Gagas Berbagai Program, Saling Berbagi Ilmu

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Uni

Carito Niniek Reno

Sumbang Duobaleh

Penulis : Puti Reno Raudha Thaib - Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar

Datuak Bungsu jo Malin Mancayo tibo di halaman Rumah Gadang Niek Reno, urang baduo tu tatagu

Cagak Utama

Pengertian Cagar Budaya

Penulis : Nurmatias - Balai Pelestarian Kepala Balai Cagar Budaya Sumatera Barat

Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembanga