CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Putusan_Ultra_Petita_Dalam_Perkara_Perdata
Konsultasi

Putusan Ultra Petita Dalam Perkara Perdata

Penulis : Miko Kamal, SH, LL.M, PhD   

Bapak Ibu pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum yang saya hormati. Saat ini, saya sedang ada perkara perdata di salah satu pengadilan. Dalam perkara perdata tersebut, apakah boleh hakim menjatuhkan putusan melebihi apa yang digugat? Demikian dan terima kasih. Hendri, Pesisir Selatan. 

Terima kasih atas pertanyaan saudara Hendri. Dalam perkara perdata hakim dilarang untuk memutus di luar yang diminta, hal ini disebut juga dengan ultra petita. Larangan ultra petita diatur dalam Pasal 178 ayat (2) dan (3) Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR) serta dalam Pasal 189 ayat (2) dan (3) RBg yang melarang seorang hakim memutus melebihi apa yang dituntut (petitum).

Putusan yang sifatnya ultra petita dianggap sebagai tindakan yang melampaui kewenangan karena hakim memutus tidak sesuai dengan apa yang dimohon (petitum). Terhadap putusan yang dianggap melampaui batas kewenangan, Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi berhak membatalkan putusan atau penetapan pengadilan-pengadilan dari semua lingkungan peradilan karena melampaui batas kewenangan dalam memutus perkara. 

Hukum acara perdata berlaku asas hakim bersifat pasif atau hakim bersifat menunggu. Dalam persidangan hakim tidak diperbolehkan untuk berinisiatif melakukan perubahan atau pengurangan, sekalipun beralasan demi rasa keadilan. Putusan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan dalam koridor hukum acara perdata. 

Putusan hakim pada dasarnya ditentukan oleh para pihak yang berperkara. Hakim hanya menimbang hal-hal yang diajukan para pihak dan tuntutan hukum yang didasarkan kepadanya (iudex non ultra petita atau ultra petita non cognoscitur). Hakim hanya menentukan, adakah hal-hal yang diajukan dan dibuktikan para pemohon atau penggugat. 

Hakim yang melakukan ultra petita dianggap telah melampaui wewenang atau ultra vires. Putusan tersebut harus dinyatakan cacat meskipun putusan tersebut dilandasi oleh itikad baik maupun telah sesuai kepentingan umum. Menurut Yahya Harahap jika hakim melanggar prinsip ultra petita maka sama dengan pelanggaran terhadap prinsip rule of law. (*)

Remaja

Rahasia Secangkir Kopi

Penulis : Andri Rizki

Suatu hari pada saat pagi
Tanpa camar dan juga merpati
Saat itu ayah dan ibumu menyan

Laga-Laga

Baraja Adat Manjapuik Nan Tatingga

Penulis :

Sasudah minum kowa pagi Niek Reno duduak jo adiaknyo Tuanku Sutan basamo jo cucu-cucunyo di langk

Khasanah

Naskah Riwayat Hidup Syekh Burhanuddin

Penulis : Pramono - Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Minangkabau FIB Universitas Andalas

Naskah yang akan dibincangkan ini adalah naskah “Sejarah Ringkas Syekh Burhanudin” ya

Obat Demam Berdarah Tradisional

Penulis : 1. Jus Kulit Manggis Pada bagian kulit manggis terdapat zat antioksidan bernama Xanthone yang dap
Kampus

Mahasiswa Baru Wajib Tes Kesehatan

Penulis : Tim Genta Andalas

Sejumlah mahasiswa baru jalur SNMPTN Universitas Andalas (Unand) tahun ajaran 2017/2018 jalani te

Kampus

Pengkhianatan terhadap Label Demokrasi

Penulis : Oktri Diana Putri - Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa TM 2015

“Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahata

Mengatasi Dinding Perut Stretch Marks

Penulis : Assalamualaikum dokter Dovy. Sekarang saya hamil anak ke 2, dengan usia kehamilan memasuki 6 bul