CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Mengamati_Jaman_Now,_viral_dan_tercyduk_dari_Ranah_Linguistik
Cagak Utama

Mengamati Jaman Now, viral dan tercyduk dari Ranah Linguistik

Penulis :    

Belakangan, istilah jaman now, viral dan tercyduk populer di media sosial. Sepertinya masa-masa populer atau viral kata galau telah berlalu dan digantikan dengan kata-kata di atas. Seperti roda kehidupan yang terus berputar dan setiap kehidupan memiliki masanya. Demikian juga dengan kosakata. Dahulu pernah populer kata galau, cicak versus buaya, dan alhamdulillah ya dari artis Syahrini. Sekarang masanya jaman now, tercyduk  dan viral yang sedang naik daun.
 
Ketiga kata tersebut memiliki kisah tersendiri. Jaman now merupakan perpaduan dari kata berbahasa Indonesia dan Inggris yang tengah viral digunakan oleh warganet di dunia maya. Warganet atau netizen menggunakan istilah jaman now dipadukan dengan berbagai bentuk kalimat bahasa Indonesia lainnya, seperti, selfi jaman now, kelakuan kids jaman now, students jaman now, ABG labil jaman now untuk memberikan caption atau judul bagi foto-foto atau video yang tak biasa. Dari anak kecil, remaja, orang dewasa hingga orang tua, para ABG, guru, dosen, pejabat, dan politikus tak mau ketinggalan menggunakan kata ini.

Dalam waktu singkat kata jaman now menjadi magnet baru yang viral di  media sosial. Apakah ini hanya kelatahan masyarakat semata atau masyarakat butuh candaan baru yang tidak garing dalam hal penggunaan kosakata atau barangkali masyarakat butuh kreativitas dan kebaruan dalam hal berbahasa agar hidup terasa tidak membosankan. Terlepas dari apa pun alasannya, jaman now, tercyduk  dan viral menjadi candaan dan hiburan yang cukup menarik untuk dibicarakan dari ranah linguistik.

Baik dalam topik pembicaraan serius ataupun dalam candaan agaknya perlu menelusuri asal-muasal  populernya kata-kata di atas. Dalam Kompasiana Edisi 17 Oktober 2017, dijelaskan Koko Dwiyanto bahwa jaman now awalnya digunakan oleh akun palsu Seto Mulyadi. Seperti yang kita ketahui, Seto Mulyadi adalah seorang pemerhati anak. Dengan foto anak-anak sedang pacaran dan caption kelakuan kids jaman now, kata itu digunakan oleh Seto Mulyadi. Setelah itu, kata-kata jaman now viral di dunia maya. Banyak warganet lain menggunakannya. Itulah awalnya jaman now digunakan. Hanya untuk guyonan saat menanggapi kelakuan aneh anak-anak zaman sekarang.

Bersamaan dengan populernya jaman now, kata viral dan tercyduk menyusul populer di kalangan warganet, bahkan kata-kata ini juga populer sampai ke percakapan sehari-hari. Kata viral merupakan kosakata bahasa Inggris yang belum dibakukan ke dalam  bahasa Indonesia. Dalam kamus Cambridge, kata viral berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan (penyakit) yang artinya disebabkan oleh virus seperti terinfeksi virus penyakit. Dalam terminologi dunia internet, arti viral mengacu pada yang menggambarkan sesuatu yang sangat cepat populer di kalangan warganet, baik video ataupun foto, dan informasi lainnya. Sementara itu, arti kata viral dalam dunia pemasaran (marketing) adalah strategi penyebaran pesan eletronik untuk memperkenalkan suatu produk kepada masyarakat secara luas dan berkembang (sumberpengertian.com).

Kata viral sampai saat ini masih merupakan bentuk bahasa Inggris yang belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam penggunaannya warganet menggabungkannya dengan kosakata bahasa Indonesia lainnya.

Secara linguistik, terjadi interferensi pada penggunaan kata jaman now dan viral dalam tuturan bahasa Indonesia. Interferensi adalah percampuran penggunaan dua unsur bahasa yang berbeda dalam suatu ujaran. Alwasilah (1985) menyebut interferensi sebagai kekeliruan yang disebabkan oleh kecenderungan pengucapan satuan bunyi, tatabahasa, dan kosakata. Selain interferensi, dalam sudut pandang ilmu tatabahasa atau morfologi, jaman now juga merupakan bagian dari proses morfologis  atau proses pembentukan kata, yaitu proses pemajemukan (kompositium). Kompositium yang terjadi adalah penggabungan kata bahasa Indonesia non-standar, yaitu kata jaman dengan kata bahasa Inggris, yaitu now.

Proses morfologis seperti ini bukan hal baru dalam bahasa Indonesia. Ada banyak kata lain yang  terbentuk dari proses pemajemukan serupa, seperti rumah makan, jalan raya, pagi tadi, dan masa lalu. Yang berbeda adalah bahwa jaman now terbentuk dari dua unsur bahasa yang berbeda, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang artinya ‘zaman sekarang’. Kata zaman sekarang memiliki arti yang sama dengan jaman now dan sudah lama ada dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, warganet lebih suka mengggunakan jaman now yang memiliki oposisi makna dengan jaman past atau ‘zaman dulu’.  Kata jaman past sering digunakan untuk memberikan judul pada foto atau video tentang sesuatu yang sudah berlalu, misalnya foto mantan jaman past, kelakuan anak jaman past, lagu anak-anak jaman past, dan gaya anak-anak jaman past. Sementara itu, pada masa yang lain jaman past juga pernah populer digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan istilah jadul (jaman dulu).

 Selain jaman now dan viral, kata tercyduk juga populer di kalangan warganet. Kosakata tercyduk telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia dan merupakan kata baku bahasa Indonesia dengan ejaan yang benar terciduk. Akan tetapi, dalam pemakaiannya, warganet mengganti huruf  i menjadi huruf y. Apakah ini hanya typo atau salah ketik semata atau warganet dengan sengaja menggunakan kata tercyduk yang salah dan tak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia standar? Atau hanya untuk mendapatkan efek kelucuan dan iseng semata. Tidak dapat diketahui dengan pasti, siapa gerangan yang pertama menggunakan kata tercyduk di kalangan warganet. Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa kata tercyduk pertama viral saat artis Tora Sudiro dan istri tercyduk menggunakan narkoba.

Sementara itu, dalam artikel lain disebutkan bahwa kata tercyduk diviralkan oleh akun istragram Lambe Turah yang sering memuat gosip para artis.
Dunia maya memang belum mempunyai undang-undang detail soal bagaimana seharusnya kosakata digunakan karena dunia maya bukan ruang kelas, instansi pemerintah, dan lembaga resmi  lainnya yang mengharuskan pengggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, santun, dan tidak merugikan pihak lain.

Dunia maya lebih mengutamakan kemerdekaan berekspresi dalam berkomunikasi. Kreativitas berbahasa menjadi tumbuh subur tanpa hambatan di dunia maya. Berbagai kosakata baru yang tak biasa bisa saja viral seketika di dunia maya.

Masyarakat khususnya warganet tentu tak mau terikat dengan pakem atau aturan dalam hal penggunaan bahasa. Warganet butuh sedikit lelucon untuk mengatasi peliknya hidup dan  butuh ruang untuk saling menertawakan keadaan dan berbagai drama dalam kehidupan.

Akibatnya, perkembangan bahasa menjadi sangat dinamis dan tak terprediksi. Terjadi pergeseran makna pada kosakata, ada kosakata baru yang muncul, ada penggunaan kosakata yang menyalahi kaidah, dan tak jarang pula terjadi pelanggaran terhadap hak-hak kebahasaan saat kosakata tak lagi digunakan sesuai dengan aturan.

Untuk itu, dibutuhkan penjelasan yang lebih ilmiah tentang berbagai perkembangan dan fenomena kebahasaan yang berkembang di media sosial atau dunia maya. Di sanalah, peran para linguis Indonesia amat dibutuhkan untuk menjelaskan berbagai fenomena tersebut.

Padang, 6 Januari 2018

 

Cerpen

Suatu Malam Ketika Bintang-bintang Terjatuh

Penulis : Ajeng Maharani

Suatu malam, ketika sekumpulan bintang melesat jatuh dari tirai langit yang pekat, aku melihat se

Kampus

Genta Andalas Kembali Selenggarakan Pekan Jurnalistik

Penulis : Rizka - Genta Andalas

Tahun 2017 menjadi tahun ketujuh penyelenggaraan Pekan Jurnalistik (Penjur) oleh Unit Kegiatan Pe

Remaja

Pengagum Senja

Penulis : Rara Amelia

Ada senja yang terperangkap di matamu
Yang kau perah hingga siluet jingga terakhir
Ka

Remaja

Kehilangan Berlian dalam Genggaman

Penulis : Ahmad Zul Hilmi

Aku masih ingat ketika guru favoritku waktu SD berkata. “Jangan pernah memutuskan hubungan

Langkan

Pakaian Adat Perempuan

Penulis : Puti Reno Raudha Thaib - Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar

Pakaian adat perempuan beragam dan variatif. Pada setiap nagari mempunyai keunikan dan corak ters

Langkan

Cerdas Memilih Mainan untuk Anak

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Anak-anak tak terlepas dari main dan permainan. Orangtua sering membelikan mainan yang disukai an

Puisi

Fantasi Badrul Mustafa

Penulis :

Oleh: Diwan Masnawi

Kita selalu bisa tertawa geli lalu tiba-tiba terhenti, termenung, bil