CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Pakhuis
Puisi

Pakhuis

Penulis :    

1
Sejak 2013, gudang itu menjelma restoran
Ruang dengan lampu temaram
atau teras belakang dengan flora rambatan

Sebagian ilmuwan mampir untuk makan
Sepiring salad dengan ayam bakar
atau burger tebal berlapis keju kambing
Bir dingin dalam botol langsing
menggusah angin yang meragi matahari

Di depanku: Joss dan Frieda berbaku cakap
perihal pahlawan, dengan tafsir beragam
Aku tetap bersiteguh mencari Raden Saleh
dengan cara yang kutempuh

2
Pakhuis tentu berbeda dengan Pak Kumis
Ia tidak membakar sate atau meracik bakso

3
Kukunyah tebaran kacang: mete dan almond
Dari piring tembikar yang kini kosong

Leiden, 13 Juli 2017

Waterleidingduinen

Kepadamu, Amsterdam
Kusiapkan berjuta liter air minum
Sepanjang hari, bertahun-tahun

Bukit pasir ini telah rimbun menghijau
Ratusan kijang tamasya dan bebas bercanda
Beranak cucu tanpa ancaman

Kepadamu, Amsterdam
Kukirimkan berjuta liter air minum
Aman sungguh, tidak beracun

Membiarkan pohon tumbang di hutan
Agar kelak tumbuh banyak cendawan
Tapi belum saatnya menaruh induk macan
Agar seimbang mata rantai kehidupan

Zandvoort, 26 Juli 2017
 
Hoi

Para petani tak perlu menghitung hari
Zomer sudah berangkat setengah musim
Saatnya menggulung rumput kering
Untuk kudapan ternak kesayangan
Sepanjang winter nanti

Kini kuda lepas dari istal
Menikmati surya dan air tepi perigi
Sapi mewarnai kulit mereka
dengan khayalan pulau di seberang negeri

Tubuh sungai yang tenang
Telentang telanjang bagai siap bercinta
Lekas menumbuhkan aneka flora
Bagi peternak desa yang merindu kota

Hoi sudah disusun dan ditimbun
Serupa harta karun
Domba yang berbulu tebal
Tak hanya memerlukan bantal

Para petani menabung jalinan jerami
Di bawah cuaca dan tangkas jemari

Bergen op Zoom, 10 Agustus 2017


Sepanjang Witte
de Withestraat
Akhirnya tiba di sini: sebuah jalan
yang tak kenal sunyi. Malam berdiang
pada api yang memenuhi mata.
Menari-nari

Sepasang kaki perlu diluruskan
dalam restoran yang sibuk
Menyeduh teh Cina di poci porselen
Warna kuning tak kunjung jadi cokelat

Setelah memesan menu nomor lima belas,
pembicaraan semakin berkelas
Tentang sejarah dua bangsa dan
kenangan yang tersisa

Empat mangkuk bakmi bebek terhidang
Kami seperti petani menghadapi ladang
Penat itu perlahan terlucut dari badan
Kesumat itu membuat mangkuk kembali perawan

Akan kuingat namamu, Hung Kee
Sebab serat lidahku menyimpan bumbu
Masakan yang mengobati rindu
pada tanah airku

Rotterdam, 22 Agustus 2017

 

Stasiun Brakwede

Kumasuki Jerman: kusentuh
dingin logam. Centrum menjadi
Zentrum sejak di perbatasan

Bis yang melata dari jauh
tak berkeringat setetes pun
Tiba tepat waktu: pukul 18.45
Dan udara sepakat menurunkan suhu

Disambut dua kafetaria: di halte
dan stasiun. Masing-masing memiliki
kopi di bawah citarasa sejati

Masih lima jam tempat yang kutuju
Setelah seluruh kilau langit redup
Ditukar sejumlah lampu
Roda besi kereta sesekali menderu

Bielefeld, 23 Agustus 2017

VOC - 1

Lambung kapal ini terbagi dua kasta
Para juragan dan bangsawan penggemar
kalkun panggang dan pekerja kasar dengan
keringat berikut debu yang melekat

Haluan membelah samudra berhari-hari
Nyanyian ombak membersitkan nada tualang,
Memperbesar nyala lampu yang ditangkap
puncak mercu suar

Roti terus dibikin, perapian selalu membara
Di gudang bertumpuk peti-peti lada, cengkih,
kayu manis, pala, dan kopi. Tong-tong bir
berlimpah untuk pelayaran yang panjang

Para mualim hanya tahu kapan layar digulung
atau dikembangkan. Mereka tuli terhadap
pembicaraan calon pengantin di kabin buritan
Sementara bulan cemerlang dan laut pasang

Dasar lambung kapal itu menghimpun hasil
jarahan. Berlayar dalam pesta pemburu harta
Suatu saat, bendera dagang itu berganti warna
Mereka datang angkat senjata

Den Haag, 27 Agustus 2017


Kurnia Effendi:
VOC - 2

Harta itu telah menjelma negeri
dengan banyak menara dan berbagai arca
Diancam genangan air dan tentara tetangga

Perjalanan berabad-abad itu berupa catatan
Sebagai warisan bacaan yang mengubah peradaban
Pada kertas yang bertahan, peta pelayaran,
Huruf yang mengabur, kain yang berganti warna
Pembukuan logistik yang tekun dan teliti

Orang-orang mulia sekaligus keji itu mengajari
kita tentang cara hidup di tanah yang lebih
rendah dibanding lautan

Ketika ruh mereka menginap bermalam-malam
di museum, mungkin ada keinginan menyatakan
penyesalan. Namun pelajaran selalu datang
dari guru yang tak terduga. Dan dendam
hanya sebuah kesia-siaan


Den Haag, 27 Agustus 2017
Kurnia Effendi:
Ben

Pada malam perpisahan itu, Ben bilang
ingin tinggal di kamarku. Ingin memandang
kanal pada pagi yang kasip dan
sore yang terlambat

Ia akan mewarisi keratan-keratan mimpi
yang kuiris dari batang inspirasi
Bisa jadi berlangsung percakapan
Antara si insomnia dan seseorang yang
sudah tak tinggal di sini


Istanbul, 31 Agustus 2017


Kurnia Effendi:
Idul Adha di Langit

Tidak kudengar takbir dari Bumi
Namun Allah pasti mendengar bisik tipis
dan gerak hati para muhsin sejati

Tidak kudengar salawat Nabi
Tapi Allah pasti mendengar nyanyi kasih
yang turut dilantunkan para malaikat

Tidak kudengar kisah Ibrahim dan Ismail
Namun Allah pasti mendengar firman-firman
yang disampaikan kepada para utusan-Nya

Tidak kudengar hewan kurban mengaji
Tapi Allah pasti mendengar keikhlasan
unta dan domba, sapi dan kerbau


Istanbul-Jakarta, 1 September 2017

 

 

 

 

Langkan

Mari Ajak Anak Peduli Lingkungan

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Banjir dan longsor yang terjadi dibeberapa wilayah di Sumbar, tak terlepas dari pengaruh kerusaka

Carito Minang Kini

Nuansa Kehadiran yang Berbeda ”Kampuang Sakato”

Penulis :

Pameran seni rupa yang diadakan Kelompok Kampuang Sakato telah berlalu dua bulan. Jika melihat ke

Ceria

Tinggal Kenangan

Penulis : Mubarakatin Aulya

Pohon-pohon adalah prasasti sebagai penanda buatku dalam berjalan. Mereka akan menjadi pengingat

Remaja

Sepatu Kanan

Penulis : Ahmad Zul Hilmi

Cuaca di desa hari ini mendung dan sepertinya akan turun hujan. Anak-anak tidak terlihat bermain

Kampus

Perketat Pengawasan Ujian SBMPTN

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan digelar 16 Mei mendatang. Untuk

Konsultasi

Langkah Pemilik Saham yang Dirugikan atas Kebijakan Dirut

Penulis : Miko Kamal, SH, LL.M, PhD

Pengasuh rubrik hukum yang saya hormati. Saat ini, saya memiliki 30 % (tiga puluh persen) sah

Mumthaz Aulia: Jelajahi Dunia Lewat Menari

Penulis : Kali ini, halaman Remaja Padang Ekspres memperkenalkan Mumthaz Aulia, salah seorang siswi Sekolah Me