CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Juru_Selamat_dan_Segerombolan_Napi
Cerpen

Juru Selamat dan Segerombolan Napi

Penulis :    

Bagi pengikutnya, lelaki itu dianggap juru selamat yang diyakini akan membawa mereka menuju kemerdekaan dari kesewenangan penguasa negeri ini. Bagi penguasa, lelaki itu ancaman terhadap kedudukan mereka. Oleh karenanya, para penguasa itu membentuk tim yang diberi tugas untuk mengawasi apa saja yang dilakukan lelaki itu.

Suatu kali, lelaki itu sedang memberi pidato di hadapan anggota sebuah organisasi pedesaan Sumberwaras. Dalam pidatonya, lelaki itu sempat mengatakan: “Seluruh niat baik bisa diwujudkan dengan jalan apa pun, tapi satu hal yang harus diingat, jalan yang dipakai untuk mewujudkan niat baik itu harus tidak merugikan orang lain.” Oleh tim bentukan penguasa, pidato tersebut direkayasa isinya hingga menjadi pidato yang isinya sebuah ajakan melakukan makar. Dalam waktu yang relatif singkat, tuduhan itu semakin menggema ke telinga seluruh warga.

Sebagian warga menjadi terusik. Karena hal itu juga, di hati sebagian warga muncul pikiran buruk terhadap lelaki itu dan mereka merasa berkewajiban untuk segera bertindak mengamankan negara dari segala bentuk bahaya. Satu-satunya jalan yang diyakini mampu menghentikan lelaki itu dengan cara mendakwanya sebagai pemberontak. Dari hari ke hari dakwaan dan tuntutan itu menjadi viral dan akhirnya menjadi besar. Pada akhirnya pemerintah merasa tertantang untuk terus menjaga kemurnian negara.

Lelaki itu diadili dengan dakwaan makar. Serangkaian sidang sudah dilaksanakan dan hari itu adalah sidang terakhir. Dalam sidang terakhir tersebut pihak pengadilan memutuskan hukuman penjara selama 15 tahun kepada terdakwa. Lelaki itu dianggap terbukti bersalah telah menyusun rencana kudeta.
Di Dalam Lapas A

Siang ini, pada jam istirahat, para napi berkumpul. Mereka sedang asyik membicarakan kabar yang memberitahukan bahwa sebentar lagi mereka akan punya teman baru. Berikut adalah keriuhan obrolan mereka.
“Kabarnya dia juru selamat, lo.”
“Jika benar, berarti kita tak perlu ragu lagi tentang kebebasan.”
“Maksudmu?”
“Sudah ada jaminan.”
“Maksudmu?”
“Lelaki itu akan jadi penyelamat kita juga.”
“Maksudmu?”
“Dari tadi maksudmu, maksudmu terus. Aku jelaskan, begini: selama ini kita ragu apakah kita akan mengenyam kebebasan, karena pada saat kita keluar dari bui acapkali kita justru kesulitan untuk melanjutkan hidup. Yang  biasa terjadi di masyarakat kita, kebanyakan orang-orang akan sulit menerima kehadiran kita yang mantan napi ini. Oleh karenanya banyak dari kita akhirnya tak mampu melanjutkan hidupnya dengan layak. Banyak hambatan akan mengepung kita. Ujung-ujungnya kita terpaksa melakukan kejahatan lagi sekedar untuk bisa melanjutkan hidup dan pada akhirnya kita akan tertangkap lagi dan masuk bui lagi.”
“Keteranganmu mutar-mutar gitu.”
“Bisakah disederhanakan?”
“Siapa tahu juru selamat itu bisa menjamin hidup kita saat kita keluar dari penjara nanti.”
“Kau kira dia akan bersedia melakukannya?”
“Entahlah, tapi aku punya keyakinan begitu.”
“Atas dasar apa kau begitu yakin?”
“Bukankah kalian melihat sendiri, tidak semua warga menghendaki dia dipenjara. Ada lumayan banyak warga yang menjadi pengikutnya, paling tidak menjadi pendukungnya. Para pengikut itu pasti merasa prihatin dan merasa kehilangan karena dia masuk penjara.”
“Lalu?”
“Aku yakin, pasti ada sisi baik dari diri lelaki itu.”
“Lalu?”
“Sepertinya dia tidak buruk-buruk amat, tentu sisi putihnya cukup besar.”
“Lalu?”
“Dia pasti punya tujuan.”
“Lalu?”
“Aku tidak tahu. Tepatnya kita akan mencari tahu.”
“Lalu?”
“Kupikir-pikir kamu enak ya, tinggal bilang lalu, lalu, lalu... Sekali-kali ajak otakmu untuk mikir! Jangan dipakai terus untuk mbayangke bawuk thok!”

Berita di televisi
Sanksi telah diputuskan, 15 tahun penjara bagi lelaki yang dianggap oleh sebagian orang sebagai juru selamat itu. Hari ini adalah hari dia masuk ke dalam penjara itu di Lapas A. Selamat menjalani hidup yang baru baginya. Semoga dia tetap bisa bahagia dan baik-baik saja di sana.

Berita di televisi
Telah terjadi kebakaran di lapas B. Api menjalar sangat cepat ke seluruh area lapas, bahkan termasuk merembet ke ruang-ruang penjaranya. Untuk menyelamatkan para napi, pihak petugas terpaksa harus mengeluarkan para napi. Hanya saja ketika para napi dikeluarkan tidak dibarengi dengan penjagaan yang baik hingga pada saat suasana kisruh  rupanya para napi telah memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Kini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah larinya para napi murni spontanitas karena adanya kesempatan itu atau memang mereka sudah merencanakan sebelumnya, termasuk juga diteliti sebab terjadinya kebakaran itu.
***
Peristiwa larinya para napi lapas B meresahkan pemerintah karena napi tersebut adalah para napi kelas kakap yang jika sbebas berkeliaran di luar sangat membahayakan keamanan negeri ini. Pemerintah segera memerintahkan seluruh pasukan keamanan untuk bertindak untuk mencari keberadaan para napi yang melarikan diri itu.
***
Berita di Televisi
Para napi ternyata tidak melarikan diri. Sekarang mereka telah ditemukan sedang berkumpul di depan pintu gerbang lapas A. Mereka ingin masuk ke dalam lapas tersebut. Karena alasan darurat dan petugas juga sudah melakukan pengecekan ke sumber peristiwa, akhirnya para petugas memberi izin, mereka diperbolehkan masuk ke dalam lapas A.
Berita susulan, baru saja pemerintah telah mengeluarkan surat perintah yang ditujukan kepada pengurus lapas A untuk menerima para napi dari Lapas B tersebut selama pembenahan lapas B usai.
***
Penyelidikan tentang penyebab kebakaran lapas B belum menuai kejelasan. Sementara berita mengenai lelaki yang dianggap sebagian warga sebagai juru selamat itu seperti teralihkan oleh berita kebakaran dan permasalahannya. Tapi ada kasak kusuk di media yang lain bahwa semua peristiwa tersebut ternyata masih dalam satu lingkaran dengan peristiwa mengenai lelaki itu. Semua sudah direncanakan. Semua napi besar kini berkumpul dalam satu lapas, yaitu di lapas A. Lalu banyak spekulasi pemikiran yang muncul tentang bahayanya jika mereka berkumpul, dan salah satu pemikiran itu adalah: Di saat 15 tahun yang akan datang, atau mungkin juga sebelumnya aku itu keluar dari penjara, bukannya kekuatan dirinya akan pupus tapi justru semakin besar. Mungkin saja dia akan benar-benar melakukan makar dan tentunya dia bukan saja tetap punya pendukung tetapi juga mempunyai pasukan perangnya. Semua penghuni lapaslah kekuatannya nanti.

Isu itu seperti sebuah tamparan bagi penguasa negeri ini, lalu para penguasa itu membujuk kepala pemerintah untuk tidak tinggal diam, dengan segera pemerintah menindaklanjutinya. Pasukan pengaman diminta menjemput lelaki itu untuk dipindah di penjara isolasi: sebuah penjara yang hanya untuk seorang saja, agar lelaki itu tidak bisa menyebarkan misi-misinya lagi. Dan ketika para petugas pengaman sedang melakukan penjemputan, lelaki itu sedang bermain gobak sodor (permainan anak-anak yang bersifat mencari selamat dari garis penjagaan) bersama teman-teman napi. Sedangkan sebagian napi yang lainnya asyik menonton permainan itu. Tetapi petugas keamanan tidak peduli, mereka tetap menjemput lelaki itu untuk dipindah ke penjara isolasi. Penjemputan itu merusak kebersamaan mereka.***
Yuditeha
Kumcernya Balada Bidadari diterbitkan Penerbit Buku Kompas, tahun 2016, dan Kumcer Seeekor Anjing pun Tak Ada yang Sebiadab Kematiannya, Penerbit Basabasi, tahun 2017. Aktif di Sastra Alit Surakarta dan Kamar Kata Karanganyar. (*)

Remaja

Erwin Sovyan Putri: Hobi Dancing, Juara Lomba Menari

Penulis : Debi Virnando - Padang Ekspres

Siswi Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMK) 5 Padang ini diutus sekolahnya mengikuti pelatih

Langkan

Didik Anak Tarawih dengan Tuntunan dan Dialog Agama

Penulis : Novitri Silvia - Padang Ekspres

Mendidik anak melaksanakan shalat tarawih perlu diterapkan sejak dini. Tujuannya, agar anak

Kampus

Delapan Tim PKM Unand Lolos PIMNAS 2016

Penulis : Tim Genta Andalas

Sebanyak 120 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unand yang berhasil didanai DIKTI pada

Cagak Utama

Tertambat Mikrokosmos

Penulis : Beni Setia

Pada lakon “Dewa Ruci” Bima, Werkudara, menjalani petualang

Puisi

Katak di Bawah Tempurung 1

Penulis : Ramoun Apta

Katak di Bawah Tempurung 1

Seperti umang-umang di balik cangkang
K

Khasanah

Naskah Riwayat Hidup Syekh Burhanuddin

Penulis : Pramono - Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Minangkabau FIB Universitas Andalas

Naskah yang akan dibincangkan ini adalah naskah “Sejarah Ringkas Syekh Burhanudin” ya

Carito Minang Kini

Barinam Lah Sato Pulo Mancari Pokemon

Penulis : Hakimah Rahmah S

“Oi, Ni Nam! Manga di sinan? Tasapo beko. Jaleh di sinan tu keramat. Manga tagak di