CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Adat_dan_Budaya_Minangkabau_di_Tengah_Pergulatan_Budaya_Global_(2)
PADEK NETWORK : PADANGTV.ID POSMETROPADANG.CO.ID CAGAK.CO
Langkan

Adat dan Budaya Minangkabau di Tengah Pergulatan Budaya Global (2)

Penulis : Puti Reno Raudha Thaib - Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar   

Budaya global yang dikatakan cenderung bebas nilai itu yang pada hakikatnya adalah penyamarataan telah menjadi sesuatu yang menakutkan. Yang akan menghancurkan dan menggeser nilai-nilai kearifan lokal dari tradisinya. Banyak sekali tulisan, kajian, ulasan, esei dan komentar tentang hal ini. 

Namun dari satu sisi globalisasi memang dapat menghancurkan, menggeser, mengetepikan nilai-nilai yang sudah ada di tengah suatu masyarakat. Tetapi dipihak lain, dalam waktu yang bersamaan, globalisasi juga dapat memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dari budaya. Sebab orang akan mencari jati dirinya di dalam dunia yang menggelobal tersebut. 

Oleh karena itu, menyikapi budaya global tidak harus dengan mengurung diri dan berlindung di bawah tempurung, tetapi harus siap untuk “tatilingkuik tatilantang” dengan nilai-nilai yang datang dan pergi. Untuk bisa “hadir” bersama dan tidak tenggelam serta hanyut dalam budaya global tersebut, setiap orang Minangkabau harus punya sikap budaya yang jelas. 

Seorang pengamal adat Minangkabau, belum tentu dia punya sikap budaya Minangkabau. Seorang penghulu misalnya, dia belum tentu punya visi dan misi yang jelas tentang budaya Minangkabaunya. Walaupun setiap hari dia berpetatah-petitih, memakai destar, tongkat dan baju kebesaran adatnya. Seorang Minangkabau itu boleh saja bergelar datuk A,B atau C tetapi apakah dia mampu mengemban amanah kaumnya yang telah memercayainya menjadi seorang kepala kaum? Bagaimana dia menempatkan kepenghuluannya di tengah dan di dalam kehidupannya. Kehidupan pribadi dan kehidupan sosial lainnya.

Ada beberapa dilema yang tengah dihadapi orang Minangkabau sekarang dalam menghadang budaya global yang tengah menakuti, mencemaskannya serta menghantui itu. Orang Minangkabau sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berusaha memasarkan adat dan budayanya ke tengah-tengah masyarakat yang lebih luas. Mereka berminang-minang hanya dalam lingkaran Minangkabaunya sendiri. 

Artinya, dia tidak punya “modus” menjadikan adat dan budaya Minangkabau menjadi adat dan budaya supaya dianut oleh masyarakat yang lebih luas. Artinya masyarakat di luar sukunya. Bukti yang dapat dicatat dan disimak dalam konteks ini adalah bahwa orang Minangkabau di rantau yang ingin memperbaiki Minangkabau melakukannya di Minangkabau. Bukannya memasarkan Minangkabau ke dalam budaya yang lebih luas di tempat  dimana dia merantau.

Orang Minangkabau lebih suka memperkecil ruang geraknya sendiri. Ungkapan “adat salingka nagari” yang kini dipopulerkan merupakan jebakan untuk mempersempit diri. Hal yang sama juga ditemukan dalam organisasi perantau Minangkabau yang bernama Gebu Minang. 

Orang rantaunya hanya perantau Minangkabau yang berasal dari Sumatera Barat saja. Sedangkan perantau Minangkabau dari daerah Riau, Jambi, Bengkulu dan lainnya tidak termasuk menjadi anggota Gebu Minang. (*)

Anggun

Mengenal Kreasi Sulam dan Bordir

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Budaya Minangkabau sejak dulu telah mengenal dunia fashion. Buktinya, sejumlah teknik sulaman sud

Cagak Utama

Pasa Harau & Culture Festival

Penulis : Deddy Arsya - Pemerhati Kebudayaan

Masyarakat Berbaur Berasama Turis-turis

Serombongan pemain indang yang &

Cagak Utama

Naskah Kuno dan Dunia Industri

Penulis : M Redho Illahi - Mahasiswa Sastra Indonesia Unand

Indonesia memiliki beragam kekayaan dalam bidang kesusastraannya yang dapat dijadikan penunjang p

Langkan

Dongeng Pengantar Tidur Mulai Ditinggalkan

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Berdongeng jelang anak tertidur sudah jarang kali dilakukan orangtua. Biasanya isi dongeng i

Hiburan

Yana Zein: Akhirnya Dimakamkan secara Islam

Penulis : JPNN

Jenazah aktris Yana Zein akhirnya dimakamkan secara Islam pada Jumat (2/6) di TPU Gandul, kawasan

Konsultasi

Bisakah Pengendara Laka Lantas Dituntut?

Penulis : Miko Kamal, SH, LL.M, PhD

Bapak/Ibu pengasuh rubrik Knsultasi Hukum yang saya hormati. Saya memiliki anak berusia 17 ta

Hiburan

Kotak: Lahirkan Album Ketujuh

Penulis : JPNN

Band rock Kotak, resmi kembali dengan formasi lengkap, yakni Tantri, Cella, dan Chua. M