Anggun

Putri Maritim Sumbar, Ghina Maulia Rahim

Kenakan Busana sesuai Mood

Berbusana ternyata tak selalu mesti mengikuti mode. Namun bagaimana mood (perasaan) yang memakai. Hal inilah yang menjadi patokan Ghina Maulia Rahim yang dinobatkan menjadi putri maritim Sumbar.

Mahasiswa jurusan akuntasi UPI YPTK Padang ini mengaku tak terlalu mengikuti mode busana. Dia lebih memilih busana yang dirasa nyaman dikenakan dan enak dipandang.

”Dalam berbusana aku sih lebih perhatiin kenyamanan, sama mood aku sendiri. Misalnya aku mau pergi ngumpul sama teman. Maka aku pake baju yang casual dan santai aja,” kata dara kelahiran Padang, 21 Desember 1997 ini. 

”Kalo mode sih, ga terlalu ngikutin mode. Lebih perhatiin baju mana yang cocok sama aku, dan sesuai sama umur aku,” imbuhnya. Namun, dia mengaku dalam keseharian, lebih memilih bergaya casual. Baginya lebih cocok dengan kegiatannya. Meski begitu, Ghina tak mau salah kostum.

Dia sangat memperhatikan kegiatan apa yang akan diikutinya. Dalam berpakaian ada tata cara juga, harus sesuai dengan tempat dan waktunya. Serta kegiatan apa aja yang dilakuin selama pakai baju itu. ”Lebih fleksibel sama mode,” katanya.

Sedangkan untuk warna, Ghina lebih suka warna putih. Dia lebih memilih yang netral dan soft. Jika mengenakan baju yang ngejreng seperti warna pink, Ghina pasti mengkombinasikan dengan warna netral, seperti hitam atau putih.

Untuk aksesoris, yang tak bisa ditinggalin adalah kalung. Ghina paling suka kalung yang modelnya simpel dan kecil. ”Karena dengan pake kalung, kesannya lebih elegan,” ujarnya.

Dalam memilih busana, tak terlalu memperhatikan brand. Baginya kalau modelnya udah bagus, brand belakangan. Tapi kalau brand juga penting, karena biasanya ada beberapa brand pakaian yang modelnya simpel.

Dia berpendapat, kalau dalam berbusana jadi diri sendiri. Jangan dengan hanya ngikutin tren, ngerasa diri ga nyaman, dan ga ngerasa menjadi diri sendiri. Karena dengan berbusanalah, bisa menunjukkan sifat pemakainya. Ghina mengaku tak memiliki patokan berbusana. “Ga ngikutin rule buat niru artis,” kata mahasiswa semester I ini. (*)

Kampus

Gubernur BEMM FKIP UBH Mundur

Dengan luncurnya surat pengunduran diri Gubernur Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Ke

Cagak Utama

Sastra Mutakhir: Sastra Eksklusif

Ada kerisauan ketika harus memikirkan nasib sastra Indonesia, sastra yang semakin hari semakin ti

Carito Minang Kini

Lai Ado Caruik Nan Halal

“Ba a dek manggigia, Ni Nam? A nan tajadi? Manga, Ni?” tanyo si Iroih.

&ldquo

Remaja

Lilitan Doa

Selamat malam kerutan malam
Aku disapa kusutan benang
Dihantam rindu yang berbalik ar

Ceria

Salam Perpisahan dari Seorang Sahabat Lama

Seperti biasa hari ini Zahra pulang sekolah dengan berjalan kaki sendirian. Ia tak dijemput, kare

Remaja

Di Atas Kota Pena Ini

Di Atas Kota Pena Ini

Untuk beberapa nama yang pernah kucacat
Di a

Paco - Paco

Rumah Sakit Mata Pertama di Padang Diresmikan

Roemah sakit mata di Padang pada tanggal 1 Mei 1925 diboeka, dihadiri oléh beberapa ambten