Ceria

Hampir Kehilangan Taji

Petok Ayam Jago namanya. Ia diangkat menjadi ketua pengaman hutan rimba oleh Sima Raja Hutan. Mengapa Petok bisa diangkat menjadi ketua pengaman hutan?

Dari sepengetahuan Sima itu karena jasa-jasa Petok pada penghuni hutan sangat banyak. Seperti sering membangunkan semua penghuni hutan kala pagi tiba dengan kokoknya yang begitu kencang sekali dan selalu memberikan tanda bahaya jika terjadi sesuatu yang tidak aman di hutan. 

Bukan hanya itu Petok juga menjaga keamanan hutan rimba dari para gerombolan serigala liar yang dipimpin oleh Bregas Srigala. Tak lain untuk memangsa para penghuni hutan disaat malam tiba.

Maka diangkatlah Petok oleh Sima. Tapi ketika ada salah satu anak buahnya diterkam oleh gerombolan Bregas suatu malam. Petok akhirnya diminta menghadap Sima. Disebabkan hutan tidak lagi damai dan nyaman.

“Sengaja aku memanggil kamu kehadapanku. Aku ingin bertanya kenapa anak buahmu bisa menjadi korban dari gerombolan Bregas itu?” tanya Sima dengan tegas.

Petok yang ada di hadapan Sima hanya terdiam. Ia tak dapat berkata-kata. Karena memang dirinyalah yang bersalah saat itu. Hingga sampai anak buahnya menjadi mangsa gerombolan Bregas.

“Baiklah kalau begitu aku akan menambahkan anak buahmu untuk pengamanan hutan ini. Jika sudah keadaan damai dan nyaman aku akan mempercayakan kamu lagi untuk menjaganya kembali,” lanjut Sima mengambil keputusan.

“Baiklah kalau itu yang Raja Hutan inginkan. Saya siap!”

Namun sebelum esok berganti hari. Petok sudah berjanji sebelum penambahan anak buahnya itu diturunkan ia akan membereskannya sendiri. Apalagi ia malu sebagai ketua keamanan hutan tidak bisa menyelesaikan persoalan sendiri. Untuk apa ia mempunyai taji tajam dan besar untuk melawan para gerombolan Bregas tidak bisa.

Akhirnya Petok pun membuktikan sendiri. Ia sudah membuat jera para gerombolan Bregas itu. Itu terlihat ketika ia membawa ketua gerombolan serigala itu yang sudah tidak berdaya dihadapan Sima.

“Maaf Raja Hutan aku ingin melapor! Ini aku sudah membawa Bregas. Aku harap Raja Hutan bisa menghukumnya setimpal dengan perbuatannya selama ini. Apalagi ia sudah meresahkan para penghuni hutan ini.” 

Sima yang melihat Petok sudah melakukan tugasnya dengan baik menjadi terharu. Ia bangga pada ketua keamanan hutan itu. Apalagi ia belum menambahkan anak buah tetapi Petok sudah melakukan tugas semestinya. Ia benar-benar bangga pada Petok.

“Aku sebagai Raja Hutan mengucapkan terima kasih padamu. Kamu sudah melakukan tugas dengan baik. Walau taruhannya adalah nyawamu sendiri. Kamu bisa melumpuhkan gerombolan Bregas. Sebagai rasa terima kasih aku akan mengangkatmu sebagai pengawal pribadiku.” Begitu ucap Sima yang pernah salah menilai keberanian Petok sebagai ketua keamanan hutan.

“Tapi bagaimana dengan keamanan hutan ini jika aku menjadi pengawal Raja Hutan?” Petok masih tidak percaya.

“Kalau itu tidak perlu kamu pikirkan lagi. Itu sudah ada penggantinya. Sekarang maukah kamu menjadi pengawal pribadiku…”

“Ayo. Ayo. Ayo, terima saja Petok…” sorak semua anak buah Petok dan para penghuni hutan lainnya.

Petok yang mendengarkan pekikan itu ia menjadi terharu. 

“Baiklah Raja Hutan aku akan menerimanya…”

“Horee…Horeee…Sekarang Petok menjadi pengawal Raja Hutan. Mari kita sambut Petok atas jabatan barunya…”

Saat mulai itu Petok berjanji ia tak akan takut oleh apa pun demi kedamaian hutan. Walau nyawa taruhannya. Apalagi ia bagian dari hutan itu. Lebih baik mati dalam keadaan bertugas ketimbang mati dalam menyerah sebelum mengetahui medan. Begitulah janji Petok saat dikeramaian pekikan penghuni hutan menyambut pengangkatan jabatan baru untuknya. (*)

 

Cagak Utama

Imajinasi Bahasa dan Kompleksitas Karya (Sastra)

Eksistensi kesusastraan merupakan dunia yang sarat dengan imaji-imaji yang menyedot konteks sosia

Kampus

Awal Kuliah Pemilihan Presiden Mahasiswa

Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, mengadakan Rapat Dengar Pendapat

Konsultasi

Hamil Anggur

Assalamualaikum dokter Dovy. Perkenalkan nama saya Ani (21 tahun ). Tinggal di Padang dan sek

Cerpen

Pertengkaran Tentang Kesepian

Mak Cakol sedang berjalan mondar-mandir di halaman rumah ketika Man Kadip datang. Wajah Ma

Sang Cetah

Oleh: Urfi Hanifah Aku hampir saja menemukanmu diantara belalang mati Yang bertaburan d
Paco - Paco

Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Barat, Kerinci dan Tapanuli (1930-1931)

Perdjalanan t. Mr. Dr. J. A. M. van Buuren. Pada hari Selasa tanggal 7 Oct. j.b.l. [jang b

Kampus

Zulkifli Hasan Dukung IAIN IB jadi UIN

Dalam kunjungan kerjanya ke IAIN Imam Bonjol Padang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberikan dukun