CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Puteri_Hijab_Indonesia_2015,_Yuliana_Ristantia
Hiburan

Puteri Hijab Indonesia 2015, Yuliana Ristantia

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres   

Casual, Tampil Penuh Warna

Berbusana casual tak mesti tampil apa adanya. Banyak cara yang bisa dilakukan agar tampil santai namun tetap terlihat menarik. Hal inilah yang dilakukan Yuliana Ristantia, Puteri Hijab Indonesia 2015. Tanti panggilan akrabnya ini memang lebih memilih mode casual  dalam keseharian.

”Untuk beraktifitas di kampus maupun di luar kampus tentunya kita menggunakan pakaian yang nyaman dan ga ribet,” kata wanita kelahiran Suayan, Limapuluhkota, 26 Desember 1993 ini.

Nah, untuk tampil lebih berkesan, warna merupakan salah cara yang dikombinasikan. Kalau warna pakaian, Tanti biasanya berkreasi sendiri. Mengkombinasikan wanra hijab dan baju, sering juga lebih kewarna yang senada antara hijab dan baju.

”Yang penting ga mencolok dan enak dipandang,” kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas ini.

Dalam menyesuaikan hijab dengan busana yang digunakan, Tanti juga suka berkreasi sendiri. Misalnya busana kemeja dengan hijab yang simpel namun tetap gaya. Baju kaos biasanya Tanti pake hijab segi empat yang dibuat sederhana.

Lalu, untuk model busana lain yang agak ribet hijabnya disesuaikan saja. Tergantung kreasi yang cocok dan nyaman. Untuk warna dalam berpakaian Tanti lebih suka yang senada. Saat menggunakan busana dengan warna yang soft atau warna gelap. Paling banyak dalam bepakaian Tanti menggunakan dua sampai tiga warna.

Untuk aksesoris seperti jam tangan, Tanti selalu menggunakannya karena kalau ga pake jam tangan berasa ga nyaman aja. Untuk aksesoris kalung juga tergantung busana dan bentuk hijabnya sendiri.

”Jika kita pake busana yang udah rame dan bercorak mungkin ga perlu aksesoris kalung,” ujar Uni Wakil I Duta Wisata Kota Payakumbuh 2014 ini.

Tapi untuk busana dan hijab yang simpel, Tanti menilai aksesoris kalung bisa digunakan. Nah, apakah aksesoris kalung mesti digunakan atau tidak, itu tergantung nyaman dan kreasi.

Dalam tren center berbusana, Tanti merasa menjadi inspirasi untuk teman-temannya. Karena banyak temannya yang suka nanya itu cara pakai hijabnya gimana, kalau bajunya ini hijabnya gimana, kombinasi warnanya bagusnya apa.

”Bahkan sering banget kalau udah ada acara pesta, wisuda, dan inaugurasi itu teman-teman pada sibuk bawa busana mereka ke Tanti. Minta dipilihkan trus hijabnya minta  dibikinin,” katanya yang tengah aktif dengan kegiatan sebagai motivator muda. (*)

Carito Minang Kini

Lai Ado Caruik Nan Halal

Penulis : Hakimah Rahmah S

“Ba a dek manggigia, Ni Nam? A nan tajadi? Manga, Ni?” tanyo si Iroih.

&ldquo

Ceria

Jangan Tinggalkan Shalat

Penulis : Ahmad Zul Hilmi

”Anak-anak, sebelum pulang harap diperiksa laci mejanya. Diperiksa dulu apa ada barang-bara

Kampus

Menguji Eksistensi Adat

Penulis : Antoni Putra - Mahasiswa Fakultas Hukum Unand

Sumatera Barat atau yang dikenal dengan sebutan Ranah Minang merupakan daerah nan elok dengan fil

Cagak Utama

Asa Lai Indak Batuka Cigak Jo Baruk

Penulis : Hakimah Rahmah S

Kaba si Iroih ka baralek jo urang nan pulang dari lua nagari manjadi&nb

Kampus

Mengaji Hindari Paham Radikal

Penulis : Genta Andalas

Kampus Nusantara Mengaji Serentak se-Indonesia

Menteri Riset, Teknologi

Cerpen

Menyimak Sisi Lain Wiji Thukul dengan ”Kelambatan”

Penulis :

(Makalah Paska Layar Terkembang: Istirahatlah Kata-Kata)
Oleh: Adi Osman


Dal

Remaja

Prestise

Penulis : Marzuki Wardi

”Apa hadiah yang disiapkan panitia bagi pemenang lomba ini?” 

Pertanyaan