CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Denda_Atas_Keterlambatan_Pembayaran_Gaji_Karyawan
Konsultasi

Denda Atas Keterlambatan Pembayaran Gaji Karyawan

Penulis : Miko Kamal, SH, LL.M, PhD   

Bapak/ ibu pengasuh rubrik hukum yang saya hormati. Saya Ary bekerja di salah satu perusahaan swasta. Saya sudah bekerja hampir tiga tahun. Awalnya perusahaan tersebut sangat banyak memberikan konstribusi dan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Tetapi satu tahun terakhir ini, pimpinan saya memberikan gaji tidak tepat pada waktunya dan 3 bulan terakhir ini, saya belum menerima gaji. Saya ingin bertanya bagaimana sanksi terhadap perusahaan yang terlambat membayar gaji karyawan dan langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut? Ary, Bukittinggi.

Terima kasih atas pertanyaan bapak. Pengusaha yang tidak membayarkan gaji atau terlambat membayar gaji karyawan bertentangan dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Berdasarkan Pasal 1 angka 3 UU Ketenagakerjaan ”Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain”.

Perusahaan yang tidak memberikan gaji atau terlambat membayar gaji karyawan dapat dikenakan denda sebagaimana termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP 78/2015) dengan ketentuan:

a. Mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya upah dibayar, dikenakan denda sebesar 5 persen  untuk setiap hari keterlambatan dari upah yang seharusnya dibayarkan.

b. Sesudah hari kedelapan, apabila upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1 persen untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan satu bulan tidak boleh melebihi 50 persen dari Upah yang seharusnya dibayarkan.

c. Sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

Langkah hukum yang dapat bapak lakukan atas gaji yang tidak dibayar atau terlambat menerima gaji dari perusahaan adalah merupakan perselisihan hak antara pekerja dengan pengusaha yang dapat diselesaikan via bipartit, tripartit dan gugatan melalui Pengadilan Hubungan Industrial sebagaimana tertera dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan:

1.  Bipartit adalah suatu perundingan antara pekerja dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, yang berupa perselisihan hak antara pekerja dengan pengusaha. Penyelesaian perselisihan melalui bipartit ini harus diselesaikan paling lama 30 hari.

2. Tripartit adalah merupakan suatu penyelesaian perselisihan antara pekerja dengan pengusaha, dengan ditengahi oleh mediator yang berasal dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Dengan melakukan mediasi melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih mediator yang netral.

3.  Gugatan melalui Pengadilan Hubungan Industrial adalah jalur yang ditempuh oleh pekerja/pengusaha melalui mekanisme gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial yang mewilayahi tempat kerja dengan dasar gugatan Perselisihan Hak berupa upah pekerja yang tidak dibayarkan oleh perusahaan. 

Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat. (*)

Remaja

Dini Hari dalam Dekap

Penulis : Hendri Dunan

Ketika pergantian hari terungkap
Kulangkahkan kaki menuju gelap
Mencari kenangan yang

Remaja

Tatapan Sendu

Penulis : Wetri Rahayu

Tatapan Sendu

Tatapanku sendu setelah sampai di kamar
Kuhempaskan

Carito Minang Kini

Babuko Basamo

Penulis : Hakimah Rahmah S

“Mulai dari Senin sampai malakik rayo tibo, rawan mah, Roih,” kato si Barinam.

Ceria

Operasi Penyelamatan si Cicak

Penulis : Ferry Fansuri

Di sebuah atap rumah hiduplah seorang Cicak sering menyombongkan kemampuan yang bisa merayap dari

Anggun

Pilihan Busana untuk Anak

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Memperkenalkan fashion pada anak sejak dini tak ada salahnya. Seperti yang dilakukan Djuragan Mod

Carito Minang Kini

Nuansa Kehadiran yang Berbeda ”Kampuang Sakato”

Penulis :

Pameran seni rupa yang diadakan Kelompok Kampuang Sakato telah berlalu dua bulan. Jika melihat ke

Kampus

Melihat Terobosan Mahasiswa KKN di Nagari Mungo, Limapuluh Kota

Penulis : Ikhwan

Gagas Berbagai Program, Saling Berbagi Ilmu

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Uni