CAGAK - Lembaran Budaya Padang Ekspres - Peta_Menuju_Surga
Puisi

Peta Menuju Surga

Penulis : Muhammad Husein Heikal   

aku ingin memberimu sebuah peta
peta yang akan menuntunmu jalan ke surga
lengkap dengan denah dan arah keloknya
peta yang tak pernah bertanya
kau hendak pergi ke arah mana
dan datang dari mana

peta itu akan mencatat setiap riwayat
yang kau singgahi dan kau tinggalkan
apakah dengan senyum ataukah durja

peta itu satu-satunya barang berharga milikku
yang kucuri dari malaikat, kala itu
yang mencoba membaringkan diriku
disebelah ajal

dan kini, peta itu akan kuberikan padamu
peta yang akan menuntunmu jalan ke surga

namun, jangan kau tanyakan padaku
bagaimana cara menggunakannya
sebab aku merasa lebih baik menjadi rangka
daripada memikirkannya

2017

Kelahiran Puisi

kau menanam puisi ditubuhku
mengisi rahimku dengan cairan kata-kata
menyumbat mulutku dengan makna

aku mencintaimu, ujarmu selepas itu
mendadak lenyap, ditelan kesunyian
dan ketakutan kehilanganmu

beberapa detik, kau datang lagi
kembali menyetubuhiku
seraya berikrar:
    
puisi itu nantinya akan lahir
dari seluruh pori-porimu
dan, kau akan menjadi ibu
bagi seluruh puisi itu

2017

Colougraf

ambilkan aku warna, agar kita ukur bersama
dalam kamar mandi tanpa cahaya
tepat pada hari libur

ketika malaikat pencatat menjenguk makhluk
untuk melihat berapa dosa yang tumpah
dan berapa darah yang merah
seusai pesta

kita tertawa dibalik hitam lubang
sambil mengukur kadar air
merenangi warna

sampai tubuh kita menyatu
dan biru
dalam bak

2017

Alegori Cuaca

walaupun cuaca punya berbagai rupa
dan musim punya berbagai cara
untuk menghalangiku

aku tetap menemuimu
ditempat biasa
diredup sudut bangku taman
dari arah kanan jalan protokol

ruang yang paling sesuai
untuk mengecup cinta
malam yang kekurangan cahaya
dan tubuh kita yang kelebihan udara

kita saling merenguk cairan
untuk bertahan hidup
melawan berbagai musim
dan cuaca
cairan cinta

2017

Sublimasi Linguis

linguis pulang kerja
melepas dasi dan kata-kata
yang tersangkut menjadi dakinya

ketika hendak ke mandi
hampir ia terpeleset alfabet yang licin

huruf-huruf membasahi tubuhnya
makna membalut jiwanya

seusai mandi, ia duduk diatas kasur
sambil menonton siaran debat bahasa
dan menyantap butir-butir licentia poetica

sebelum tidur, ia memeriksa pelajaran anaknya
linguis membakar buku matematika, geografi
sosialita dan saintika
sebab, mereka hanya peduli pada bahasa

sesudah bangun, linguis kembali berangkat kerja
untuk menyelami
teori yang dipelajari masih terus dipelajari,
dikaji dan terus dikaji
lagi

2017

Dokumentasi untuk Dimensi Berbeda

dirimu. termenung dibangku pesawat
yang lupa, cara untuk mendarat
kau baru saja mengunjungi sebuah
makam tua yang kelabu
sambil hidungmu menghembuskan asap
dan tanganmu sibuk menyiang sushi
itu ketika musim salju, turun bersama
rambatan dingin, yang mengalir hening.

dirimu. masih membawa tubuh yang sama
“aku mencintaimu,
aromamu adalah nafasku”

“ah, kau terlalu merayu,
aku perindumu sayang”

dirimu. tertegun dibangku kereta api
yang lupa, cara untuk berhenti
aku menunggumu
sebuah penantian dari kepulangan
kunjungan pertamamu ke makam
kelabu. 

“makam itu adalah rumah kita
dimasa tua, sayang. setelah aromamu hilang
maka nafasku lekang…”

2017

Ketika Seorang Pendosa Masuk Surga

meski kau sendiri mengakui kau adalah seorang pendosa
tuhan tak mampu melemparkanmu ke neraka
neraka telah penuh dengan orang-orang sepertimu
maka, dengan terpaksa tuhan menempatkanmu disurga
namun, disurga kau malah merasa tersiksa
tak ada dosa disurga, tak ada nista disana

segalanya adalah kedamaian
kau merasa tak betah disurga
tak ada dosa yang dapat kau lakukan
semua orang bahagia dan nampak muda
serasa kau ingin berteriak, tubuhmu berontak-rontak
jiwamu bergejolak, ingin mengoyak

dan kau, seorang pendosa yang merindu dosa
merasa sangat tersiksa berada disurga
setiap waktu kepada tuhan, kau meminta
untuk secepatnya dikirim ke neraka

2017

*Muhammad Husein Heikal, lahir di Medan, 11 Januari 1997. Menempuh studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara. Cerpen dan puisinya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, yang termuat diberbagai media massa dan antologi.

Carito Minang Kini

Ado Nan Patuik Ka Diagih Sumbangan Lai Ndak?

Penulis : Hakimah Rahmah S

“Antah sampai bilo, tradisi nan sarupo iko batahan di masyarakat awak. Sajak Ni Nam

Cerpen

Pertengkaran Tentang Kesepian

Penulis : Arianto Adipurwanto

Mak Cakol sedang berjalan mondar-mandir di halaman rumah ketika Man Kadip datang. Wajah Ma

Carito Minang Kini

Lai Ado Caruik Nan Halal

Penulis : Hakimah Rahmah S

“Ba a dek manggigia, Ni Nam? A nan tajadi? Manga, Ni?” tanyo si Iroih.

&ldquo

Langkan

Anak Aktif, Anak Cerdas

Penulis : Debi Virnando - Padang Ekspres

Anak aktif sering dianggap anak bandel. Rentan untuk dimarahi. Padahal, keaktifan seorang anak ci

Langkan

Ajari Anak Berbahasa Santun

Penulis : Eka Rianto - Padang Ekspres

Namanya anak-anak, tentu belum sepenuhnya bisa mengontrol emosi. Belum bisa membedakan dengan sia

Remaja

Rakyat

Penulis : Mifthahul Jannah

Kami rakyat biasa 
Yang hidup bekerja semampunya
Untuk hidup yang seadanya

Ceria

Pita Merah Kesukaanku

Penulis : Titi Fitri Suwella

Hari ini adalah hari paling dingin selama musim hujan, ketika aku duduk di beranda rumahku. Rambu