Hiburan

Pendidikan Al Quran sejak Dini

Menanamkan ilmu Al Quran kepada anak sejak dini, memberikan manfaat sangat besar terhadap pertumbuhan mental dan jiwa anak. Hal itu terlihat dari cara anak bersikap, berakhlak dan bergaul dengan sesamanya. Dalam hal ini faktor utama yang menjadi kunci adalah lingkungan dan contoh didikan yang baik dari orang tua.

Seperti halnya Deswita, salah satu orang tua yang sudah menanamkan pentingnya belajar Al Quran sejak dini, sehingga dia sudah mulai mengikuti dan memasukkan anaknya ke Pondok Tahfiz yang ada di dekat rumahnya.

“Saya sudah mulai mengajarkan dan menyerahkan anak saya ke bimbingan Pondok Al Quran di mushala dekat rumah dimulai sejak dia berusia empat tahun. Dampaknya sangat besar sekali, sebelum dia masuk sekolah, sudah mengerti lebih dulu tentang Al Quran,” jelasnya kepada Padang Ekspres Rabu (7/6).

Ibu dari dua anak itu mengungkapkan, tidak sampai beberapa tahun anaknya sudah bisa menamatkan bacaan Al Quran. “Anak saya sudah khatam saat dia kelas dua sekolah dasar (SD), dan sudah menamatkan hafalan surat Ar Rahman di usia yang masih kecil. Sekarang dia sedang fokus untuk pengamalan dan memperindah bacaan,” ungkapnya.

Ia pun menceritakan, bagaimana manfaat Al Quran mampu menjaga sikap dan akhlak anaknya. “Anak saya ini kalau sudah di rumah, dia tidak begitu suka ikut bermain, menurutnya itu tidak menarik. Dia lebih suka ikut ayahnya shalat ke masjid atau mushala. Terkadang kita sebagai orangtua melihat tingkah dia seperti itu merasa sejuk, padahal kami tidak mengekang dia untuk tidak bermain, selalu beri kebebasan, tapi masih dalam pengawasan. Ternyata kemauannya sudah menjadi darah daging untuk selalu belajar Al Quran. Alhasil bagaimana pun lingkungan buruk di luar sana dia tak kan terpengaruh,” tambahnya.

Deswita menceritakan, tentang keinginan anaknya yang belajar ke pesantren ketika sudah tamat sekolah dasar. “Dia selalu berkeinginan untuk sekolah pesantren di Bukittinggi. Saya agak sedikit canggung untuk melepasnya, karena bagi saya dia adalah anak yang membuat saya selalu terbantu. Apalagi saat ini kondisi saya masih belum sempurna pasca-sakit kemarin, dia lah yang selalu menjaga saya,” ucapnya.

Didikan yang sama juga dilakukan salah seorang ustaz, Herkulesman. Dia mendidik anaknya dengan mengikutsertakannya memgaji di Pondok Al Quran, asuhan qori nasional.

“Saya sudah mulai mengikutkan dia belajar agama, terutama Al Quran sejak TK. Alhasil dia bisa jadi contoh bagi anak-anak di lingkungan sekitar rumah. Banyak dari anak-anak seperjuangannya yang ikut serta belajar, jadi yang ikut belajar di pondok Al Quran itu, masih kecil-kecil. Dalam belajarnya pun mereka cepat sekali paham, karena kondisinya masih kecil jadi belum ada dosa, sebab kalau dosa sudah bertumpuk sudah pasti hafalan Al Qurannya sulit,” ucapnya.

Terkait kecenderungan orangtua memasukkan anaknya ke pondok pesantren, salah seorang qori Sumbar, Iklanedi menilai, baginya pendidikan Al Quran harus dimulai dan dibentuk dari dalam keluarga. Sebab, lanjutnya, yang paham dan mengerti kondisi anak adalah keluarga.

“Kalau diserahkan ke pondok tahfiz dengan sistem program yang berbeda, apakah anak kita mampu untuk menyesuaikan kemampuannya dengan program tersebut? Belum tentu, sehingga dalam hal ini peran orangtua sangat besar,” jelasnya.

Anaknya sudah diajarkan belajar Al Quran sejak usia dini, tujuannya supaya mempermudah dia dalam mengenal Al Quran. “Mengenal Al Quran dari dini kepada anak, akan memberi pemahaman baik terhadap pembentukan karakternya kelak,” ucap Iklanedi.

Pemerhati keluarga, Ulfatmi menuturkan, anak usia dini yang dididik untuk belajar dan hafal Al Quran, dengan cara mendaftarkan ke Pondok Tahfiz atau pesantren, akan ada konsekuensi tertentu jika orangtua menyerahkan total tanggungjawabnya ke pihak pondok atau pesantren.

“Tak ada masalah kalau anak belajar di Pondok Tahfiz, tapi harus tetap pengawasan orangtua, prinsipnya pengajaran di keluarga yang utama, sedangkan pondok itu hanya penunjang saja dalam memantapkan ilmu Al Quran anak,” jelasnya.

Ia menganjurkan, untuk tidak memaksakan anak belajar, seperti halnya orang dewasa. “Belajar Al Quran dari dini sangat bagus, tapi metode belajar harus sesuai dengan usianya, misal belajar melalui permainan dan lagu-lagu islami, dan jangan sampai anak terpaksa belajar, sebab pada usia tersebut, dia masih dalam masa bermain,” ucapnya. (*)

Cerpen

Inilah Aku, Seekor Belalang di Atap Rumbia

Hamid keluar dari gubuk reotnya. Duduk di sehampar batu hitam yang ada di halaman, setelah meleta

Remaja

Peni Ingin ke Kebun Binatang

”Aku belum pernah ke kebun binatang,” ujarnya lirih, aku terbahak dan kemudian terdia

Remaja

Sang Perindu

Di bawah tatapan sang rembulan
Aku tenggelam
Berangan-angan di ujung pelupuk malam

Bahasa Ekspresif

Gubernur DKI Jakarta sekarang, Basuki Tjahaya Purnama, atau akrab disapa Ahok, bagaimanapun, telah
Kampus

Tes Kesehatan, Database Mahasiswa

Satu Mahasiswa Kebocoran Katup Jantung

Universitas Andalas (Unand)

Carito Minang Kini

Musrenbang Masuak Karuang

Di laman kantua wali nagari Batangtarandam Tan Kereang mangipeh-ngipeh kopiah nyo ka mu

Paco - Paco

Perawat Rumah Sakit Tambang di Sawahlunto Mogok

“Dari Sawah Loento dikabarkan, baroe2 ini diroemah sakit tambang arang batoe di Ombilin ter