Paco - Paco

Paco - Paco

Razia Pengaruh Hitler di Padang (1941)

“PEMBESALAGHAN HANDDOEK PAKAI TANDA SWASTIKA Kira2 20 loesin banjaknja. Kemarin oleh politi

Paco - Paco

Dua ‘Perampok’ Padang Ommelanden Dipenjara (1927)

“Padang 16 April (Aneta). Oléh Landraad telah didjatoehkan hoekoeman pendjara selama

Paco - Paco

Pesta Keramaian di Padang Menyambut Kelahiran Putri Juliana (1927)

“Berhoeboeng dengan hari lahirnja j. m. m. toean Poeteri Juliana, di Padang soedah diadakan

Paco - Paco

Pesta Keramaian di Padang Menyambut Kelahiran Putri Juliana (1927)

“Berhoeboeng dengan hari lahirnja j. m. m. toean Poeteri Juliana, di Padang  soedah di

Paco - Paco

Pabrik Teh Baru di Pinangawan, Muara Labuh (1927)

“Sum[atra] Bode mendengar kabar, Cultuur Mij. Korintji hendak mendirikan paberik téh

Carito Niniek Reno

Sumbang Kurenah

Babarapo hari manjalang wakatu libur cucu-cucu Niek Reno habih, anak-anak tu maminta Niek Reno un

Ceria

Tas Baru Zuhri

Libur semester satu sudah berakhir. Anak-anak kembali memulai awal yang baru di semeste

Paco - Paco

Si Minang Kritis: Yang didigulkan dan yang Kembali (1926, 1932)

Si Saidi atau Sidi gelar Pandéka Sati dan si Garak gelar Malim Pandjang jang diasingkan ke

Remaja

Di Sebuah Desa di Perbukitan Kecil di Sore Hari

Teriakan seorang perempuan meronta-ronta terdengar jelas. Ia memaki dengan gamblang. Jelas

Remaja

Ambigu

Memasuki lorong pandangmu
bagiku serupa menjelajah tempat terjauh
sekaligus terdekat

Laga-Laga

Mohon Maaf Lahir Batin

“Eh, yo gadang bana hati Ni Nam nampak dek Iroih manyambuik bulan puaso ko nyeh, Ni.

Remaja

Rindu Di Balik Tirai Putih

Di balik tirai putih, aku berdiri
Di antara gorong-gorong kecil terbuka
Semerbak tiup